Mythology Dewa-Dewi

Terberkatilah Raja para Dewa, Sang Maha Agung Fontheus, yang telah menciptakan dunia untuk ditempati oleh segenap mahluk hidup yang mendiami daratan Terra-Fonthea.

Dengan kuasa, kebesaran serta kebijaksanaannya, ia memerintahkan kesembilan dewa untuk mengisi kekosongan di dunia yang baru saja ia ciptakan.

Maka Geofu sang Dewa Tanah, menciptakan tanah sebagai tempat berpijak dan mengisi seluruh daratan.

Lalu Tronjheim sang Dewa Perang, mengeruk tanah dan mengeraskannya menjadi batu, lalu memahatnya dengan palu godamnya sehingga terbentuklah relief bukit, lembah dan pegunungan.

Beorth sang Dewa Air, menuangkan air yang mengisi cekungan tanah yang dikeruk oleh Tronjheim sehingga terbentuklah danau, sungai-sungai, laut serta samudera yang mengelilingi daratan Terra-Fonthea.

Diatas daratan dan didalam air, Luna sang Dewi Kehidupan menciptakan segala jenis hewan, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar, dan dari yang terjinak hingga yang terbuas.

Diatas daratan dan didalam air pula, Rad sang Dewi Tumbuhan menciptakan segala jenis tumbuhan yang tumbuh subur, mulai dari rerumputan perdu hingga pepohonan tinggi, dan mulai dari yang berguna hingga yang paling beracun sekalipun.

Lalu Aeron sang Dewa Angin, menciptakan arus angin yang membawa benih-benih tumbuhan ke seluruh daratan dan menciptakan sebuah siklus serta arus ombak di seluruh samudera.

Diatas langit daratan Terra-Fonthea yang masih sangat gelap, Hagall sang Dewa Api menciptakan sebuah bola api raksasa yang menerangi seluruh daratan.

Namun Garland, sang Dewa Kegelapan, selalu memecah bola api raksasa tersebut menjadi kepingan-kepingan bintang-bintang dan Garland melakukan hal yang sama setiap kali Hagall menciptakan bola api yang baru sehingga terjadilah siang dimana bola api Hagall masih belum dihancurkan, dan malam dimana Garland telah memecahnya menjadi bintang-bintang di angkasa.

Terakhir, Thierva sang Dewi Kecantikan melukis seluruh daratan dan lautan dengan warna-warna yang indah sehingga terciptalah keindahan di seluruh daratan dan lautan.

Fontheus yang Maha Agung senang dan bangga dengan hasil karya kesembilan dewa, dan sebagai hadiah, ia menciptakan sembilan bulan yang muncul secara bergantian di langit Terra-Fonthea.

Namun Fontheus merasakan ada suatu hal yang belum ada keberadaannya di daratan Terra-Fonthea, yaitu ras-ras pintar yang mampu membangun peradaban mereka dan menyembah Fontheus dan kesembilan dewa lainnya.

Maka Fontheus memberikan perintah kepada Tronjheim dan Thierva untuk menciptakan dua ras yang berbeda agar kedua ras tersebut bisa saling melengkapi.

Maka Tronjheim menciptakan Dwarfs, yang ia ciptakan dari batu yang ia pahat dengan palu godamnya sesuai dengan rupa dan bentuk yang ia kehendaki, bertubuh pendek namun keras dan kuat karena Dwarfs diciptakan dari batu.

Sedangkan Thierva menciptakan Elf, yang ia buat dari batang pohon yang ia rangkai dengan bunga-bunga yang indah sesuai dengan rupa dan bentuk yang ia kehendaki, sangat rupawan dan elegan namun juga mematikan karena Elf juga terbentuk dari tumbuhan beracun.

Namun tanpa disangka-sangka, Garland menciptakan ras-ras barbar seperti Orc, Goblin, Troll dan ras-ras barbar lainnya yang ia ciptakan dari Lumpur sesuai dengan rupa yang ia kehendaki karena ia ingin membinasakan ras yang diciptakan oleh Tronjheim dan Thierva.

Mengetahui hal tersebut, Tronjheim memberi pengetahuan kepada bangsa Dwarfs untuk membuat berbagai macam senjata dan perisai, serta cara menambang untuk mendapatkan bahan baku pembuatan senjata.

Sedangkan Thierva memberi pengetahuan kepada bangsa Elf berupa berbagai macam ilmu sihir hitam dan putih untuk melindungi diri, serta pemanfaatan tumbuhan sebagai senjata dan obat-obatan alami.

Namun sayangnya pengetahuan yang diberikan Tronjheim dan Thierva disalah gunakan oleh Dwarfs dan Elf untuk saling berperang memperebutkan wilayah kekuasaan dan kehormatan selama beribu-ribu tahun.

Fontheus yang Maha Agung sangat sedih dengan kondisi tersebut dan membuat sebuah ras lagi dengan kekuatannya sendiri sesuai dengan rupa dan bentuk yang dikehendakinya.

Maka terciptalah ras Manusia, yang menggeser kedudukan Dwarfs dan Elf di daratan Terra-Fonthea dan merupakan ras terakhir yang diciptakan di daratan Terra-Fonthea.

Fontheus yang Maha Agung telah lelah dengan segala ciptaannya sehingga ia beristirahat di dalam daratan Terra-Fonthea dan ia akan kembali untuk melakukan pemusnahan dan menciptakan sebuah dunia baru lagi.

5 comments:

  1. waah, bisa ya bikin tokoh sebanyak ini,
    gk pusing tuh nat milah milihnya,

    Hmmm..klo dah sukses bagi2 tipsnya ya

    SEMANGAT
    Yup !

    ReplyDelete
  2. besok aku balik lagi ah, baca lanjutannya lagi, mata dah gak kuat, kelamaan depan kompi

    Yup !

    ReplyDelete
  3. trus yg nyiptain manusia siapa dong?

    ReplyDelete